Devinisi Software, Hardware, dan Periferal Pada Komputer

1.      Pengertian Software

            Nama lain dari Software adalah perangkat lunak. Karena disebut juga sebagai perangkat lunak, maka sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun  bisa untuk dioperasikan.
            Nama lain dari Software adalah perangkat lunak. Karena disebut juga sebagai perangkat lunak, maka sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun  bisa untuk dioperasikan.
            Pengertian Software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui sofware atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah
            Jenis-jenis Software atau Perangkat Lunak

            Software atau perangkat lunak komputer berdasarkan distribusinya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu software berbayar, software gratis atau free ( Freeware, free software, shareware, adware) .
a.      Software berbayar

            Software berbayar merupakan perangkat lunak yang didistribusikan untuk tujuan komersil, setiap pengguna yang ingin menggunakan atau mendapatkan software tersebut dengan cara membeli atau membayar pada pihak yang mendistribusikannya. pengguna yang menggunakan software berbayar umumnya tidak diijinkan untuk menyebarluaskan software tersebut secara bebas tanpa ijin ada penerbitnya. contoh software berbayar ini misalnya adalah sistem microsoft windows, microsoft office, adobe photo shop, dan lain-lain.
b.      Freeware

            Freeware atau perangkat lunak gratis adalah perangkat lunak komputer berhak cipta yang gratis digunakan tanpa batasan waktu, berbeda dari shareware yang mewajibkan penggunanya membayar (misalnya setelah jangka waktu percobaan tertentu atau untuk memperoleh fungsi tambahan). Para pengembang perangkat gratis seringkali membuat perangkat gratis freeware “untuk disumbangkan kepada komunitas”, namun juga tetap ingin mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembangan selanjutnya. Freeware juga didefinisikan sebagai program apapun yang didistribusikan gratis, tanpa biaya tambahan. Sebuah contoh utama adalah suite browser dan mail client dan Mozilla News, juga didistribusikan di bawah GPL (Free Software).
c.       Free Software

            Free Software lebih mengarah kepada bebas penggunaan tetapi tidak harus gratis. Pada kenyataannya, namanya adalah karena bebas untuk mencoba perangkat lunak sumber terbuka (Open Source) dan di sanalah letak inti dari kebebasan: program-program di bawah GPL, sekali diperoleh dapat digunakan, disalin, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas. Jadi free software tidak mengarah kepada gratis pembelian tetapi penggunaan dan distribusi. Begitu keluar dari lisensi kita dapat menemukan berbagai cara untuk mendistribusikan perangkat lunak, termasuk freeware, shareware atau Adware. Klasifikasi ini mempengaruhi cara di mana program dipasarkan, dan independen dari lisensi perangkat lunak mana mereka berasal.

            Perbedaan yang nyata antara Free Software dan Freeware. Konflik muncul dalam arti kata free dalam bahasa Inggris, yang berarti keduanya bebas dan gratis. Oleh karena itu, dan seperti yang disebutkan sebelumnya, Free Software tidak perlu bebas, sama seperti Freeware tidak harus gratis.
d.      Shareware

            Shareware juga bebas tetapi lebih dibatasi untuk waktu tertentu. Shareware adalah program terbatas didistribusikan baik sebagai demonstrasi atau versi evaluasi dengan fitur atau fungsi yang terbatas atau dengan menggunakan batas waktu yang ditetapkan (misalnya 30 hari) . Dengan demikian, memberikan pengguna kesempatan untuk menguji produk sebelum membeli dan kemudian membeli versi lengkap dari program. Sebuah contoh yang sangat jelas dari tipe ini adalah perangkat lunak antivirus, perusahaan-perusahaan ini biasanya memudahkan pelepasan produk evaluasi yang hanya berlaku untuk jumlah hari tertentu. Setelah melewati maksimum, program akan berhenti bekerja dan Anda perlu membeli produk jika Anda ingin tetap menggunakannya.

            Kita juga dapat menemukan perangkat lunak bebas sepenuhnya, namun termasuk dalam program periklanan, distribusi jenis ini disebut Adware. Sebuah contoh yang jelas adalah program Messenger dari Microsoft yang memungkinkan penggunaan perangkat lunak bebas dalam pertukaran untuk masuk dengan cara iklan banner atau pop-up.


2.      Hardware (Perangkat Keras) Komputer
            Definisi Hardware Komputer - Pengertian dari hardware atau dalam bahasa indonesia-nya disebut juga dengan nama “perangkat keras” adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat alat nya bisa dilihat dan diraba secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi.

            Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah.

            Secara fisik, Komputer terdiri dari beberapa komponen yang merupakan suatu sistem. Sistem adalah komponen-komponen yang saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Apabila salah satu komponen tidak berfungsi, akan mengakibatkan tidak berfungsinya proses-proses yang ada komputer dengan baik. Komponen komputer ini termasuk dalam kategori elemen perangkat keras (hardware). Berdasarkan fungsinya, perangkat keras komputer dibagi menjadi :

a.       input device (unit masukan)
b.      Process device (unit Pemrosesan)
c.       Output device (unit keluaran)
d.      Backing Storage ( unit penyimpanan)
e.       Periferal ( unit tambahan)

Adapun keterangan-keterangan dari fungsi hardware komputer dapat anda simak di bawah ini :

a.      Input Device (Unit Masukan)

            Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan. Input devices atau unit masukan yang umumnya digunakan personal computer (PC) adalah keyboard dan mouse, keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan komputer. Selain itu terdapat joystick, yang biasa digunakan untuk bermain games atau permainan dengan komputer. Kemudian scanner, untuk mengambil gambar sebagai gambar digital yang nantinya dapat dimanipulasi. Touch panel, dengan menggunakan sentuhan jari user dapat melakukan suatu proses akses file. Microphone, untuk merekam suara ke dalam komputer.
o   Keyboard
o   Mouse
o   Touchpad
o   Light Pen
o   Joy Stick dan Games Paddle
b.      Process Device (Unit Pemrosesan)

            Otak sebuah komputer berada pada unit pemrosesan (Process device). Unit pemrosesan ini dinamakan CPU ( Central Processing Unit ). Fungsi CPU adalah sebagai pemroses dan pengolah data yang selanjutnya dapat menghasilkan suatu informasi yang diperlukan. Pada komputer mikro unit pemrosesan ini disebut dengan micro-processor (pemroses mikro) atau processor yang berbentuk chip yang terdiri dari ribuan sampai jutaan IC.
o   Power Supply
o   RAM (Random Access Memory)
o   Kartu Grafis (unit keluaran)
o   Prosesor (unit pemprosesan)
o   Motherboard (unit pemprosesan)
c.       Output device (Unit Keluaran)
            Output device merupakan peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Hasil pemrosesan tersebut dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf,angka,simbol khusus), image (dalam betuk grafis atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.
o   Monitor
o   Printer
o   Speaker
d.      Backing Storage (Unit Penyimpanan)

            Storage atau biasa juga disebut memory adalah suatu tempat penyimpanan atau penampung data dan program. Dapat juga dikatakan sebagai Electronic Filing Cabinet pada sistem komputer.Penyimpanan cadangan merupakan penyimpanan semua informasi non aktif didalam computer. Ada dua jenis utama alat penyimpanan cadangan yaitu: Serial Accsess, contohnya tape drive, dan Direct Access, contohnya disk magnetis, yaitu harddisk, floppy disk (diskette) yang ini sudah jarang sekali dipakai saat ini, CD/DVD ROM, Tape Drive, Magnetic Tape.
o   Harddisk (HDD)
e.       Periferal (Unit Tambahan)

            Peripheral adalah hardware tambahan yang disambungkan ke komputer, biasanya dengan bantuan kabel ataupun sekarang sudah banyak perangkat peripheral wireless. Peripheral ini bertugas membantu komputer menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah terpasang didalam casing.
o   Modem
o   Sound Card (Kartu Suara)
o   Optical Disc Drive
o   Uninterruptable Power Supply (UPS)
Read more

Stereogram 3D bahasa indonesia


Stereogram

Sebuah stereogram adalah setiap gambar yang melalui satu dari beberapa teknik , mampu menyampaikan pengalaman persepsi kedalaman ke penampil dengan cara stereopsis untuk penglihatan binokular . Awalnya , stereogram disebut sepasang gambar stereo yang dapat dilihat menggunakan stereoscope . Saat ini, ada banyak metode lain untuk menampilkan gambar stereoskopik .

Dalam lukisan Norman Rockwell ini , anak laki-laki terlihat menggunakan Holmes -jenis stereoscope untuk menjelajahi situs sejarah Mesir .Stereogram ini ditemukan oleh Charles Wheatstone pada tahun 1838 .Dia menemukan penjelasan tentang visi teropong yang menuntunnya untuk membangun sebuah stereoscope didasarkan pada kombinasi dari prisma dan cermin untuk memungkinkan seseorang untuk melihat gambar 3D dari dua foto 2D .

Antara tahun 1849 dan 1850 , David Brewster , seorang ilmuwan Skotlandia , meningkatkan batu stereoscope Wheat dengan menggunakan lensa bukan cermin , sehingga mengurangi ukuran perangkat. Oliver Wendell Holmes , Sr menemukan bentuk peningkatan stereoscope pada tahun 1861 , yang tidak memiliki cermin dan murah untuk diproduksi.

Stereoscopes Ini adalah sangat populer selama beberapa dekade . Salvador Dali menciptakan beberapa stereogram mengesankan dalam eksplorasi di berbagai ilusi optik . Pada awal 1900-an , perangkat seperti View-Master dikembangkan , mendapatkan popularitas moderat .

Stereogram itu kembali dipopulerkan oleh penciptaan autostereograms pada komputer , dimana gambar 3D yang tersembunyi dalam gambar 2D tunggal , sampai penampil memfokuskan mata dengan benar . Seri Magic Eye adalah contoh populer ini. Buku Magic Eye lihat autostereograms sebagai stereogram , menyebabkan kebanyakan orang untuk percaya bahwa stereogram kata ini identik dengan autostereogram .

Jenis

Danau Palanskoye di bagian utara Semenanjung Kamchatka terbentuk ketika tanah longsor besar terganggu pola drainase , membentuk bendungan alami . Tergantung pada elevasi , setiap titik dalam gambar itu bergeser sedikit . Ketika stereoscopically bergabung , hasilnya adalah pandangan vertikal berlebihan dari permukaan bumi secara penuh tiga dimensi .

Pencitraan Stereoscopic bergantung pada prinsip stereoscopy untuk menyajikan gambar yang sedikit berbeda untuk setiap mata . Pasangan stereo dapat dilihat dengan mata telanjang , jika gambar yang ditempatkan berdampingan . Pasangan stereo kemudian dilihat menggunakan pandangan paralel atau metode tampilan juling . Pasangan stereo juga dapat dilihat dengan perangkat seperti Stereoscope atau View-Master.

Metode yang lebih maju termasuk menampilkan Kepala - mount , gambar 3D Polarized , Active gambar shutter 3D dan metode tampilan 3D lainnya . Berikut ini adalah beberapa contoh teknik yang terutama digunakan untuk gambar diam .
Gambar anaglyph , juga diakui sebagai " merah / hijau " atau " magenta / cyan " gambar, menggabungkan dua gambar stereo dari sudut pandang yang sedikit berbeda ke dalam satu gambar.

Gambar-gambar ini kemudian dapat dilihat dengan " kacamata anaglyph " , yang menggunakan filter warna untuk memoderasi cahaya mencapai setiap mata untuk menciptakan ilusi gambar tiga dimensi .Acak dot stereogram menggunakan baik dua gambar stereoscopic atau satu anaglyph .

The input gambar ( atau gambar ) mengandung titik-titik acak tanpa bentuk yang jelas. Bila perangkat tampilan yang tepat digunakan , adegan 3D yang tersembunyi muncul dari ini titik acak .Autostereograms menghasilkan ilusi kedalaman hanya menggunakan satu gambar .

Gambar biasanya dihasilkan oleh komputer dengan mengulangi pola yang sempit dari kiri ke kanan . Dengan decoupling konvergensi mata dari operasi fokus , pemirsa mampu mengelabui otak menjadi melihat adegan 3D . Sebuah autostereogram dapat diamati dengan membiarkan mata untuk fokus di belakang gambar ( menyimpang ) , atau , lebih jarang , di depan itu ( bertemu ) .

Kedua metode ini juga dikenal sebagai dinding dan bermata juling , masing-masing. Sedikit perbedaan dalam pengulangan vertikal angka atau titik-titik acak menciptakan ilusi kedalaman pada gambar 2D , seperti sedikit perbedaan dalam perspektif antara mata seseorang menciptakan persepsi kedalaman pada objek 3D dan adegan .

Menurut Magic Eye , pembuat autostereograms , " kebanyakan orang lebih memilih metode divergen " . Namun, dengan stereogram normal, ini memaksakan batas pada ukuran gambar , karena ada batas untuk berapa banyak mata menyimpang , gambar yang dibuat untuk metode cross - eyed bisa lebih besar . Jika stereogram yang dilihat dengan metode yang salah , informasi mendalam terlihat ' dibalik '; poin dimaksudkan untuk menjadi di latar belakang muncul di latar depan dan sebaliknya .

Menggoyangkan - gram adalah gambar animasi komputer 3D yang memberikan persepsi tanpa menggunakan kacamata hanya menggunakan satu gambar . Biasanya berisi beberapa frame .Cetakan lenticular adalah gambar yang menciptakan ilusi kedalaman dengan menggunakan lensa lenticular .
A Bubblegram atau Laser Crystal adalah gambar 3D yang terdiri dari titik-titik disuspensikan dalam medium , biasanya blok plastik .Vectographs adalah jenis cetak stereoscopic atau transparansi dilihat menggunakan kacamata 3D terpolarisasi .

Manfaat praktis

Sementara stereogram biasanya telah digunakan untuk hiburan, termasuk kartu stereographic, film 3D, cetakan menggunakan anaglyph dan gambar, poster dan buku dari autostereograms, ada juga penggunaan serius dari teknologi. 
Pendidikan 
Pada abad ke-19, disadari bahwa gambar stereoscopic memberikan kesempatan bagi orang untuk mengalami tempat dan hal-hal yang jauh, dan tour banyak set yang diproduksi, dan buku diterbitkan memungkinkan orang untuk belajar tentang geografi, ilmu pengetahuan, sejarah, dan mata pelajaran lain. Penggunaan tersebut berlanjut sampai pertengahan abad ke-20, dengan Keystone View Perusahaan memproduksi kartu ke tahun 1960-an. 

Gambar ini, diambil pada tanggal 8 Juni 2004, adalah contoh dari gambar anaglyph komposit yang dihasilkan dari stereo Pancam on Spirit, salah satu Mars Exploration Rovers. Hal ini dapat dilihat stereoscopically dengan warna merah / cyan kacamata filter yang tepat. Sebuah versi 2D tunggal juga tersedia. Courtesy NASA / JPL-Caltech. Kacamata 3D merah cyan dianjurkan untuk melihat gambar ini dengan benar. 

Eksplorasi ruang angkasa 

The Mars Exploration Rovers, diluncurkan oleh NASA pada tahun 2003 untuk mengeksplorasi permukaan Mars, dilengkapi dengan kamera yang unik yang memungkinkan peneliti untuk melihat gambar stereoscopic dari permukaan Mars. 
Dua kamera yang membentuk masing-masing bajak Pancam terletak 1.5m di atas permukaan tanah, dan dipisahkan oleh 30 cm, dengan 1 derajat toe-in. Hal ini memungkinkan pasangan gambar yang akan dibuat menjadi gambar stereoscopic ilmiah yang berguna, yang dapat dilihat sebagai stereogram, anaglyphs, atau diolah menjadi gambar komputer 3D. 

Kemampuan untuk membuat gambar 3D yang realistis dari sepasang kamera di sekitar manusia-height memberikan peneliti meningkatkan wawasan mengenai sifat dari pemandangan yang dilihat. Dalam lingkungan tanpa atmosfer kabur atau landmark akrab, manusia mengandalkan petunjuk stereoscopic jarak hakim. Sudut pandang kamera tunggal sehingga lebih sulit untuk menafsirkan. Beberapa sistem kamera stereoscopic seperti Pancam mengatasi masalah ini dengan eksplorasi ruang angkasa tak berawak. 

Menggunakan klinis 

Kartu stereogram sering digunakan oleh orthoptists dan visi terapis dalam pengobatan banyak penglihatan binokular dan gangguan akomodatif. 
Matematika, ilmiah dan rekayasa menggunakan Seperti dalam gambar stereopair danau, foto stereopair kadang-kadang digunakan untuk membantu memvisualisasikan foto udara.

Kartografer juga dapat menghasilkan stereopairs menggunakan program komputer untuk memvisualisasikan topografi dalam tiga dimensi. Dalam biologi dan kimia, struktur molekul kompleks sering diberikan di stereopairs. Teknik yang sama juga dapat diterapkan untuk setiap matematika (atau ilmu pengetahuan, atau rekayasa) parameter yang merupakan fungsi dari dua variabel, meskipun dalam kasus ini lebih umum untuk efek tiga dimensi yang akan dibuat menggunakan 'terdistorsi' jala atau shading (seolah-olah dari sumber cahaya yang jauh).

Read more

Reggae Mania smkn 1 sumenep getar

Read more

kelebihan dan kekurangan osil ayer

OSI model mengklasifikasikan dan mengatur hal-hal yang mesti dilakukkan oleh komputer untuk menyiapkan data yang akan dikirim melalui jaringan. OSI model merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam jaringan komunikasi data, akan tetapi yang mesti diingan adalah OSI layer hanyalah  model teoritis yang mendefinisikan standar untuk programmer dan administrator jaringan, bukan sebuah alat atau perangkat keras.

Penggunaan dan pemahaman yang baik terhadap OSI Layer dalam kaitannya dengan konsep jaringan memberikan keuntungan sebagai berikut:
1.    Memberikan pemahaman bersama dan referensi umum tentang networking kepada para professional di bidang networking.

2.    Membagi tugas pada masing-masing layer.

3.    Memungkinkan spesialisasi yang berbeda pada masing-masing layer.

4.    Dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam troubleshoot masalah.

5.    Meningkatkan standar interoperabilitas antara jaringan dan perangkat.

6.    Menyediakan modularitas dalam fitur jaringan (pengembang dan perubahan pada sebuah layer tidak mempengaruhi layer lainnya).


Namun OSI layer juga tidak lepas dari kekurangan, berikut adalah kekurangan dari OSI model:

1.    Lapisan OSI bersifat teoritis dan tidak benar-benar melakukan fungsi yang sebenarnya.

2.    Implementasi dalam dunia industri jarang memiliki hubungan yang sama persis dengan lapisan pada OSI Layer.

3.     Protokol yang berbeda dalam stack melakukan fungsi yang berbeda yang membantu mengirim atau menerima pesan keseluruhan.

4.    Protokol yang berbeda-beda fungsinya pada tiap lapisan dapat mengirimkan atau menerima pesan.

5.    Perubahan pada satu protocol tidak bersifat menyeluruh ke semua bagian.
Read more

Perbedaan Antara OSI Dengan TCP/IP


setalah aku memposting tentang  KLASIFIKASI NETWORK CONNECTION PADA LINUX
dan sekarang saya akan memposting tentang perbedaan OSI Dengan TCP/IP

OSI LAYER
(Open Systems Interconnection)
1.1 OSI Layer.
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
1.2 Cara Kerja OSI Layer
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya. Dari masing-masing layer mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan. Berikut adalah deskripsi singkat beberapa tugas dari masing-masing layer dari layer application sampai physical. 
1.2 Macam-Macam OSI Layer.
a) Physical Layer.
Ini adalah layer yang paling sederhana yang berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
Fungsi physical layer antara lain :
Untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
b) Data-link layer
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.
Fungsi data-link layer antara lain:
Untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
c) Network Layer
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware.
Fungsi network layer antara lain:
Untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
d) Transport Layer
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
Fungsi transport layer antara lain:
Untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
e) Session Layer
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
Fungsi session layer antara lain:
Untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Dan juga mengendalikan dialog antar aplikasi.
f) Presentation Layer
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.
Fungsi presentation layer antara lain:
Untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
g) Aplication Layer
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.
Fungsi application layer antara lain:
Sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
2.1 TCP/IP
TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Keunggulan TCP/IP adalah sebagai berikut:
1. Open Protocol Standard, yaitu tersedia secara bebas dan dikembangkan independen terhadap komputer hardware ataupun sistem operasi apapun. Karena didukung secara meluas, TCP/IP sangat ideal untuk menyatukan bermacam hardware dan software, walaupun tidak berkomunikasi lewat internet.
2. Independen dari physical network hardware. Ini menyebabkan TCP/IP dapat mengintegrasikan bermacam network, baik melalui ethernet, token ring, dial-up, X.25/AX.25 dan media transmisi fisik lainnya.
3. Skema pengalamatan yang umum menyebabkan device yang menggunakan TCP/IP dapat menghubungi alamat device-device lain di seluruh network, bahkan Internet sekalipun.
4. High level protocol standar, yang dapat melayani user secara luas.
2.2 Cara Kerja TCP/IP
• Untuk memindahkan data antara dua komputer yang berbeda dalam suatu jaringan yang terdiri dari banyak komputer, dibutuhkan alamat tujuan dan perantara untukmemindahkan sinyal elektronik pembentuk data secara aman dan langsung.
• Internet menggunakan protokol untuk menjamin sampainya data secara aman di tempat tujuan.
• Saat seorang pengguna Internet mengirim sekelompok teks ke mesin lain, TCP/IP mulai bekerja. TCP membagi teks tersebut menjadi paket-paket data kecil, menambahkan beberapa informasi (dapat dianggap sebagai pengiriman barang), sehingga computer penerima memastikan bahwa paket yang diterimanya tidak mengalami kerusakan sepanjang pengiriman. IP menambahkan label yang berisikan informasi alamat pada paket tersebut.
• Deretan paket-paket TCP/IP berjalan menuju tujuan yang sama dengan menggunakan berbagai jalur yang berbeda. Sebuah perangkat khusus yang disebut router dipasang di titik persimpangan antar jaringan dan memutuskan jalur mana yang paling efisien yang menjadi langkah berikut dari sebuah paket. Router membantu mengatur arus lalu lintas di Internet dengan membagi beban, sehingga menghindari kelebihan beban pada suatu bagian dari sistem yang ada.
• Saat paket-paket TCP/IP tiba di tempat tujuannya, komputer akan membuka label alamat IP lalu menggunakan daftar pengiriman yang ada pada paket TCP untuk memeriksa apakah ada kerusakan paket yang terjadi selama pengiriman, dan menyusun kembali paket-paket tsb menjadi susunan teks seperti aslinya. Saat komputer penerima menemukan paket yang rusak, komputer tsb akan meminta komputer pengirim untuk mengirim salinan baru dari paket yang rusak.
• Sebuah perangkat khusus yang disebut gateway memungkinkan beragam tipe jaringan yang ada di horison elektronik untuk berkomunikasi dengan Internet menggunakan TCP/IP. Gateway menerjemahkan protokol asli jaringan komputer tersebut menjadi TCP/IP dan sebaliknya.
• Bagi seorang pemakai, Internet hadir seperti jaringan global raksasa yang tidak terbatas, yang langsung merespon jika diminta. Komputer, gateway, router, dan protokol yang membuat ilusi ini bekerja.
2.3 Macam-Macam Layer pada TCP/IP
Karena tidak ada perjanjian umum tentang bagaimana melukiskan TCP/IP dengan model layer, biasanya TCP/IP didefinisikan dalam 3-5 level fungsi dalam arsitektur protokol. Berikut merupakan bagan dari 5 layer dalam TCP/IP.
a) Physical Layer
Physical layer mendefinisikan karakteristik yang dibutuhkan hardware untuk membawa sinyal data transmisi. Hal hal seperti level tegangan, nomor dan lokasi pin interface, didefinisikan pada layer ini.
b) Network Access Layer
Protokol pada layer ini menyediakan media bagi system untuk mengirimkan data ke device lain yang terhubung secara langsung. Dalam literatur yang digunakan dalam tulisan ini, Network Access Layer merupakan gabungan antara Network, Data Link dan Physical layer. Fungsi Network Access Layer dalam TCP/IP disembunyikan, dan protokol yang lebih umum dikenal (IP, TCP, UDP, dll) digunakan sebagai protokol-level yang lebih tinggi.
Fungsi dalam layer ini adalah mengubah IP datagram ke frame yang ditransmisikan oleh network, dan memetakan IP Address ke physical address yang digunakan dalam jaringan. IP Address ini harus diubah ke alamat apapun yang diperlukan untuk physical layer untuk mentransmisikan datagram.
c) Internet Layer
Diatas Network Access Layer adalah Internet Layer. Internet Protocol adalah jantung dari TCP/IP dan protokol paling penting pada Internet Layer (RFC 791). IP menyediakan layanan pengiriman paket dasar pada jaringan tempat TCP/IP network dibangun. Seluruh protokol, diatas dan dibawah Internet layer, menggunakan Internet Protokol untuk mengirimkan data. Semua data TCP/IP mengalir melalui IP, baik incoming maupun outgoing, dengan mengabaikan tujuan terakhirnya.
d) Transport Layer
Dua protokol utama pada layer ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). TCP menyediakan layanan pengiriman data handal dengan end-to-end deteksi dan koreksi kesalahan. UDP menyediakan layanan pengiriman datagram tanpa koneksi (connectionless) dan low-overhead. Kedua protokol ini mengirmkan data diantara Application Layer dan Internet Layer. Programmer untuk aplikasi dapat memilih layanan mana yang lebih dibutuhkan untuk aplikasi mereka.
e) Application Layer
Pada sisi paling atas dari arsitektur protokol TCP/IP adalah Application Layer. Layer ini termasuk seluruh proses yang menggunakan transport layer untuk mengirimkan data. Banyak sekali application protocol yang digunakan saat ini. Beberapa diantaranya adalah :
-TELNET, yaitu Network Terminal Protocol, yang menyediakan remote login dalam jaringan.
-FTP, File Transfer Protocol, digunakan untuk file transfer.
-SMTP, Simple Mail Transfer Protocol, dugunakan untuk mengirimkan electronic mail.
-DNS, Domain Name Service, untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.
-RIP, Routing Information Protocol, protokol routing.
-OSPF, Open Shortest Path First, protokol routing.
-NFS, Network File System, untuk sharing file terhadap berbagai host dalam jaringan.
-HTTP, Hyper Text Transfer Protokol, protokol untuk web browsing.
Padanan OSI dan TCP/IP
3.1 Bagan dan Padanan OSI dan TCP/IP
Persamaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1) Keduanya memiliki layer (lapisan).
2) Sama – sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) Memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) Dua-duanya punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1) TCP/IP menggabungkan presentation dan session layers kedalam application layers.
2) TCP/IP menggabungkan OSI-data link dan physical layers kedalam network access layer.
3) TCP/IP Protocol adalah standar dalam pengembangan internet.

Hubungan OSI dan TCP/IP

Model OSI dan TCP/IP pada dasarnya tidak memiliki keterkaitan secara langsung. Mereka berjalan secara sendiri-sendiri. Standar untuk TCP/IP sebenarnya tidak memenuhi standar OSi. Namun tujuan dari kedua model tersebut adalah untuk menstandarkan protocol jaringan untuk menghin

Model OSI adalah standar internasional yang secara umum didefinisikan sebagai model jaringan yang lengkap. Model OSI menyediakan kerangka pada pembuatan protocol jaringan yang dibutuhkan oleh peralatan jaringan yang dapat digunakan di semua tempat di s

OSI dan TCP/IP memiliki persamaan yaitu :eluruh dunia. Sedangkan model TCP/IP bukan merupakan standar internasional dimana memiliki definisi yang berbeda-beda. Kelebihan dari TCP/IP yaitu sering dipakai pada jaringan internet dikarenakan jumlah layer yang lebih sedikit dibandingkan OSI sehingga lebih mudah dimeng
erti.dari kerumitan. OSI dan TCP/IP adalah hanya sebuah standar yang disepakati, namun tidak untuk pengimplementasiannya. Kedua model tersebut memiliki control dalam menangani masalah control kesalahan dan control kesalahan dalam pengalamatan secara logical dan fungsi routing.

1. Kedua model tersebut memiliki lapisan atau layer. Layer yang OSI dan TCP/IP miliki adalah Application layer, Transport Layer, dan Network Layer.
2.  Kedua model tersebut menggunakan teknologi packet switching.
3. Kedua model te
rsebut juga tidak menggunakan circuit switching. Circuit switching biasa digunakan pada telepon.
OSI dan TCP/IP juga memiliki perbedaan yaitu :
1. Biarpun sama-sama memiliki layer, namun jumlah layer yang mereka miliki berbeda. OSI memiliki 7 layer, sedangkan TCP/IP memiliki 4 layer.
2. Layer TCP/IP merupakan “specific layer” sedangkan layer pada OSI merupakan “independent layer”

Ini adalah bagan umum perbandingan OSI dan TCP/IP

















dan ini adalah bagan secara khusus perbandingan OSI dan TCP/IP


Read more