kelebihan dan kekurangan osil ayer
OSI model mengklasifikasikan dan mengatur hal-hal yang mesti dilakukkan
oleh komputer untuk menyiapkan data yang akan dikirim melalui jaringan.
OSI model merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam jaringan
komunikasi data, akan tetapi yang mesti diingan adalah OSI layer
hanyalah model teoritis yang mendefinisikan standar untuk programmer
dan administrator jaringan, bukan sebuah alat atau perangkat keras.
Penggunaan dan pemahaman yang baik terhadap OSI Layer dalam kaitannya dengan konsep jaringan memberikan keuntungan sebagai berikut:
1. Memberikan pemahaman bersama dan referensi umum tentang networking kepada para professional di bidang networking.
2. Membagi tugas pada masing-masing layer.
3. Memungkinkan spesialisasi yang berbeda pada masing-masing layer.
4. Dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam troubleshoot masalah.
5. Meningkatkan standar interoperabilitas antara jaringan dan perangkat.
6. Menyediakan modularitas dalam fitur jaringan (pengembang dan perubahan pada sebuah layer tidak mempengaruhi layer lainnya).
Namun OSI layer juga tidak lepas dari kekurangan, berikut adalah kekurangan dari OSI model:
1. Lapisan OSI bersifat teoritis dan tidak benar-benar melakukan fungsi yang sebenarnya.
2. Implementasi dalam dunia industri jarang memiliki hubungan yang sama persis dengan lapisan pada OSI Layer.
3. Protokol yang berbeda dalam stack melakukan fungsi yang berbeda yang membantu mengirim atau menerima pesan keseluruhan.
4. Protokol yang berbeda-beda fungsinya pada tiap lapisan dapat mengirimkan atau menerima pesan.
5. Perubahan pada satu protocol tidak bersifat menyeluruh ke semua bagian. Read more
Penggunaan dan pemahaman yang baik terhadap OSI Layer dalam kaitannya dengan konsep jaringan memberikan keuntungan sebagai berikut:
1. Memberikan pemahaman bersama dan referensi umum tentang networking kepada para professional di bidang networking.
2. Membagi tugas pada masing-masing layer.
3. Memungkinkan spesialisasi yang berbeda pada masing-masing layer.
4. Dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam troubleshoot masalah.
5. Meningkatkan standar interoperabilitas antara jaringan dan perangkat.
6. Menyediakan modularitas dalam fitur jaringan (pengembang dan perubahan pada sebuah layer tidak mempengaruhi layer lainnya).
Namun OSI layer juga tidak lepas dari kekurangan, berikut adalah kekurangan dari OSI model:
1. Lapisan OSI bersifat teoritis dan tidak benar-benar melakukan fungsi yang sebenarnya.
2. Implementasi dalam dunia industri jarang memiliki hubungan yang sama persis dengan lapisan pada OSI Layer.
3. Protokol yang berbeda dalam stack melakukan fungsi yang berbeda yang membantu mengirim atau menerima pesan keseluruhan.
4. Protokol yang berbeda-beda fungsinya pada tiap lapisan dapat mengirimkan atau menerima pesan.
5. Perubahan pada satu protocol tidak bersifat menyeluruh ke semua bagian. Read more
Perbedaan Antara OSI Dengan TCP/IP
setalah aku memposting tentang KLASIFIKASI NETWORK CONNECTION PADA LINUX
dan sekarang saya akan memposting tentang perbedaan OSI Dengan TCP/IP
OSI LAYER
(Open Systems Interconnection)
1.1 OSI Layer.
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan
oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan
kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi
melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar
komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper
layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan
bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian
utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah
intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk
membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang
berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol
jaringan dan metode transmisi. Model dibagi menjadi 7 layer, dengan
karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi
dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan
protokol dan standard.
1.2 Cara Kerja OSI Layer
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya
data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari
layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut
melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer
dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi
penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya. Dari masing-masing layer
mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan. Berikut
adalah deskripsi singkat beberapa tugas dari masing-masing layer dari layer
application sampai physical.
1.2 Macam-Macam OSI Layer.
a) Physical Layer.
Ini adalah layer yang paling sederhana yang
berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner
dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai
contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical.
Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
Fungsi physical layer antara lain :
Untuk mendefinisikan media transmisi jaringan,
metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya
Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level
ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat
berinteraksi dengan media kabel atau radio.
b) Data-link layer
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan
layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai
penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer
data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari
level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan
mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 &
802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer
Data-link.
Fungsi data-link layer antara lain:
Untuk menentukan bagaimana bit-bit data
dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level
ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras
(seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan
bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan
switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua
level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access
Control (MAC).
c) Network Layer
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan
fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal
ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol,
umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet
Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa,
seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol).
Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware.
Fungsi network layer antara lain:
Untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat
header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui
internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
d) Transport Layer
Layer transport data, menggunakan protocol seperti
UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh
NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah
pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan
antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali
aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
Fungsi transport layer antara lain:
Untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta
memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali
pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat
sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan
mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
e) Session Layer
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah
artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan.
Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi
komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer
ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang
menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI,
(NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang
digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager.
ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang
terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
Fungsi session layer antara lain:
Untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat,
dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi
nama. Dan juga mengendalikan dialog antar aplikasi.
f) Presentation Layer
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya
suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai
contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC
character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu
dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer
ini.
Fungsi presentation layer antara lain:
Untuk mentranslasikan data yang hendak
ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui
jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak
redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows
NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote
Desktop Protocol (RDP)).
g) Aplication Layer
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway
berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah
router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah
penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources
network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana
user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3
berada pada layer Application.
Fungsi application layer antara lain:
Sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan
fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan,
dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan
ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
2.1 TCP/IP
TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan
oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke
komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri
sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite).
Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini.
Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di
sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP
stack.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade
1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan
komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN).
TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen
terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat
digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang
sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga
beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya
di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini
cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan
keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Keunggulan TCP/IP adalah sebagai berikut:
1. Open Protocol Standard, yaitu tersedia secara
bebas dan dikembangkan independen terhadap komputer hardware ataupun sistem
operasi apapun. Karena didukung secara meluas, TCP/IP sangat ideal untuk
menyatukan bermacam hardware dan software, walaupun tidak berkomunikasi lewat
internet.
2. Independen dari physical network hardware. Ini
menyebabkan TCP/IP dapat mengintegrasikan bermacam network, baik melalui
ethernet, token ring, dial-up, X.25/AX.25 dan media transmisi fisik lainnya.
3. Skema pengalamatan yang umum menyebabkan device
yang menggunakan TCP/IP dapat menghubungi alamat device-device lain di seluruh
network, bahkan Internet sekalipun.
4. High level protocol standar, yang dapat melayani
user secara luas.
2.2 Cara Kerja TCP/IP
• Untuk memindahkan data antara dua komputer yang
berbeda dalam suatu jaringan yang terdiri dari banyak komputer, dibutuhkan
alamat tujuan dan perantara untukmemindahkan sinyal elektronik pembentuk data
secara aman dan langsung.
• Internet menggunakan protokol untuk menjamin
sampainya data secara aman di tempat tujuan.
• Saat seorang pengguna Internet mengirim sekelompok
teks ke mesin lain, TCP/IP mulai bekerja. TCP membagi teks tersebut menjadi
paket-paket data kecil, menambahkan beberapa informasi (dapat dianggap sebagai
pengiriman barang), sehingga computer penerima memastikan bahwa paket yang
diterimanya tidak mengalami kerusakan sepanjang pengiriman. IP menambahkan
label yang berisikan informasi alamat pada paket tersebut.
• Deretan paket-paket TCP/IP berjalan menuju tujuan
yang sama dengan menggunakan berbagai jalur yang berbeda. Sebuah perangkat
khusus yang disebut router dipasang di titik persimpangan antar jaringan dan
memutuskan jalur mana yang paling efisien yang menjadi langkah berikut dari
sebuah paket. Router membantu mengatur arus lalu lintas di Internet dengan
membagi beban, sehingga menghindari kelebihan beban pada suatu bagian dari sistem
yang ada.
• Saat paket-paket TCP/IP tiba di tempat tujuannya,
komputer akan membuka label alamat IP lalu menggunakan daftar pengiriman yang
ada pada paket TCP untuk memeriksa apakah ada kerusakan paket yang terjadi
selama pengiriman, dan menyusun kembali paket-paket tsb menjadi susunan teks
seperti aslinya. Saat komputer penerima menemukan paket yang rusak, komputer
tsb akan meminta komputer pengirim untuk mengirim salinan baru dari paket yang
rusak.
• Sebuah perangkat khusus yang disebut gateway memungkinkan
beragam tipe jaringan yang ada di horison elektronik untuk berkomunikasi dengan
Internet menggunakan TCP/IP. Gateway menerjemahkan protokol asli jaringan
komputer tersebut menjadi TCP/IP dan sebaliknya.
• Bagi seorang pemakai, Internet hadir seperti
jaringan global raksasa yang tidak terbatas, yang langsung merespon jika
diminta. Komputer, gateway, router, dan protokol yang membuat ilusi ini
bekerja.
2.3 Macam-Macam Layer pada TCP/IP
Karena tidak ada perjanjian umum tentang bagaimana
melukiskan TCP/IP dengan model layer, biasanya TCP/IP didefinisikan dalam 3-5
level fungsi dalam arsitektur protokol. Berikut merupakan bagan dari 5 layer
dalam TCP/IP.
a) Physical Layer
Physical layer mendefinisikan karakteristik yang
dibutuhkan hardware untuk membawa sinyal data transmisi. Hal hal seperti level
tegangan, nomor dan lokasi pin interface, didefinisikan pada layer ini.
b) Network Access Layer
Protokol pada layer ini menyediakan media bagi
system untuk mengirimkan data ke device lain yang terhubung secara langsung.
Dalam literatur yang digunakan dalam tulisan ini, Network Access Layer
merupakan gabungan antara Network, Data Link dan Physical layer. Fungsi Network
Access Layer dalam TCP/IP disembunyikan, dan protokol yang lebih umum dikenal
(IP, TCP, UDP, dll) digunakan sebagai protokol-level yang lebih tinggi.
Fungsi dalam layer ini adalah mengubah IP datagram
ke frame yang ditransmisikan oleh network, dan memetakan IP Address ke physical
address yang digunakan dalam jaringan. IP Address ini harus diubah ke alamat
apapun yang diperlukan untuk physical layer untuk mentransmisikan datagram.
c) Internet Layer
Diatas Network Access Layer adalah Internet Layer.
Internet Protocol adalah jantung dari TCP/IP dan protokol paling penting pada
Internet Layer (RFC 791). IP menyediakan layanan pengiriman paket dasar pada
jaringan tempat TCP/IP network dibangun. Seluruh protokol, diatas dan dibawah
Internet layer, menggunakan Internet Protokol untuk mengirimkan data. Semua
data TCP/IP mengalir melalui IP, baik incoming maupun outgoing, dengan
mengabaikan tujuan terakhirnya.
d) Transport Layer
Dua protokol utama pada layer ini adalah
Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). TCP
menyediakan layanan pengiriman data handal dengan end-to-end deteksi dan
koreksi kesalahan. UDP menyediakan layanan pengiriman datagram tanpa koneksi
(connectionless) dan low-overhead. Kedua protokol ini mengirmkan data diantara
Application Layer dan Internet Layer. Programmer untuk aplikasi dapat memilih
layanan mana yang lebih dibutuhkan untuk aplikasi mereka.
e) Application Layer
Pada sisi paling atas dari arsitektur protokol
TCP/IP adalah Application Layer. Layer ini termasuk seluruh proses yang
menggunakan transport layer untuk mengirimkan data. Banyak sekali application
protocol yang digunakan saat ini. Beberapa diantaranya adalah :
-TELNET, yaitu Network Terminal Protocol, yang
menyediakan remote login dalam jaringan.
-FTP, File Transfer Protocol, digunakan untuk file
transfer.
-SMTP, Simple Mail Transfer Protocol, dugunakan
untuk mengirimkan electronic mail.
-DNS, Domain Name Service, untuk memetakan IP
Address ke dalam nama tertentu.
-RIP, Routing Information Protocol, protokol
routing.
-OSPF, Open Shortest Path First, protokol routing.
-NFS, Network File System, untuk sharing file
terhadap berbagai host dalam jaringan.
-HTTP, Hyper Text Transfer Protokol, protokol untuk
web browsing.
Padanan OSI dan TCP/IP
3.1 Bagan dan Padanan OSI dan TCP/IP
Persamaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1) Keduanya memiliki layer (lapisan).
2) Sama – sama memiliki Application layer meskipun
memiliki layanan yang berbeda.
3) Memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan
teknologi packet switching.
5) Dua-duanya punya transport dan network layer yang
bisa diperbandingkan.
6) Dua-duanya menggunakan teknologi
packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching
digunakan pada analog telephone).
Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1) TCP/IP menggabungkan presentation dan session
layers kedalam application layers.
2) TCP/IP menggabungkan OSI-data link dan physical
layers kedalam network access layer.
3) TCP/IP Protocol adalah standar dalam pengembangan
internet.
Hubungan OSI dan TCP/IP
Model OSI dan TCP/IP pada dasarnya tidak memiliki keterkaitan secara langsung. Mereka berjalan secara sendiri-sendiri. Standar untuk TCP/IP sebenarnya tidak memenuhi standar OSi. Namun tujuan dari kedua model tersebut adalah untuk menstandarkan protocol jaringan untuk menghin
Model OSI adalah standar internasional yang secara umum didefinisikan sebagai model jaringan yang lengkap. Model OSI menyediakan kerangka pada pembuatan protocol jaringan yang dibutuhkan oleh peralatan jaringan yang dapat digunakan di semua tempat di s
OSI dan TCP/IP memiliki persamaan yaitu :eluruh dunia. Sedangkan model TCP/IP bukan merupakan standar internasional dimana memiliki definisi yang berbeda-beda. Kelebihan dari TCP/IP yaitu sering dipakai pada jaringan internet dikarenakan jumlah layer yang lebih sedikit dibandingkan OSI sehingga lebih mudah dimeng
erti.dari kerumitan. OSI dan TCP/IP adalah hanya sebuah standar yang disepakati, namun tidak untuk pengimplementasiannya. Kedua model tersebut memiliki control dalam menangani masalah control kesalahan dan control kesalahan dalam pengalamatan secara logical dan fungsi routing.
1. Kedua model tersebut memiliki lapisan atau layer. Layer yang OSI dan TCP/IP miliki adalah Application layer, Transport Layer, dan Network Layer.
2. Kedua model tersebut menggunakan teknologi packet switching.
3. Kedua model te
rsebut juga tidak menggunakan circuit switching. Circuit switching biasa digunakan pada telepon.
OSI dan TCP/IP juga memiliki perbedaan yaitu :
1. Biarpun sama-sama memiliki layer, namun jumlah layer yang mereka miliki berbeda. OSI memiliki 7 layer, sedangkan TCP/IP memiliki 4 layer.
2. Layer TCP/IP merupakan “specific layer” sedangkan layer pada OSI merupakan “independent layer”
Ini adalah bagan umum perbandingan OSI dan TCP/IP

dan ini adalah bagan secara khusus perbandingan OSI dan TCP/IP

KLASIFIKASI NETWORK CONNECTION PADA LINUX
Network
connections = digunakan untuk menkonfigurasi / setting jaringan pada komputer
Linux
Network
connection di bagi 5 :
1.
Wired
2.
Wireless
3.
Mobile Broadband
4.
VPN
5.
DSL
Uraian
1.
Wired
Wired adalah
metoda standar yang dipakai oleh jaringan yaitu penggunaan kabel UTP, Fiber,
dsb. Penggunaan wired memiliki keuntungan di antaranya :
a). kecepatan Transmisi
dapat mencapai 1 Gbps
b). lebih murah
dibandingkan wireless
c). fleksibel dalam
mobilitas
d). mencapai area yang
sulit
Alat
yang dibutuhkan untuk tersambung dengan internet
a.
Kabel UTP
Kabel UTP adalah kabel khusus buat transmisi data.
UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang
tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di
dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.
b. Konektor RJ 45
Konektor ini umumnya digunakan untuk jaringan
telepon kabel dan untuk aplikasi. Ada juga yang digunakan untuk sambungan
serial dalam kasus khusus.
c. HUB atau Switch
HUB atau Switch digunakan untuk menghubungkan setiap node dalam
jaringan LAN. Peralatan ini sering digunakan pada topologi star dan extended
star. Perbedaan antara HUB dan Switch adalah kecepatan transfer datanya. Yaitu
10:100 Mbps.
d. Modem
Modem atau Modul the Modulator adalah peralatan jaringan yang
digunakan untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel telepon.
e. LAN Card
LAN Card yaitu sebuah card yang digunakan untuk menghubungkan
antara komputer yang satu dengan komputer yang lain. LAN Card ini dipasang pada
mother board pada slot PCI Card, untuk mengubungkan antar komputer yang satu
dengan komputer yang lain menggunakan kabel UTP yang terdiri dari 8 buah kabel
dengan warna warna tertentu, soket yang digunakan adalah soket RJ-45. Untuk
jenis Network yang dipilih bisa menggunakan Peer to peer atau menggunakan yang
lainnya. Apabila dihubungkan dengan lebih dari dua komputer biasanya membtuhkan
alat tambahan yang disebut HUB.
IPV6 dan IPV4
IPv6 merupakan sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan
di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Dan
panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga
2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.
Perbedaan IP4 dan IPV6
|
Ipv4
|
IPv6
|
|
Panjang alamat 32 bit (4 bytes)
|
Panjang alamat 128 bit (16 bytes)
|
|
Dikonfigurasi secara manual atau
DHCP IPv4
|
Tidak harus dikonfigurasi secara
manual, bisa menggunakan address autoconfiguration
|
|
Dukungan terhadap IPSec opsional
|
Dukungan terhadap IPSec dibutuhkan
|
|
Header mengandung option.
|
Data opsional dimasukkan
seluruhnya ke dalam extensions
header. |
|
Tidak mensyaratkan ukuran paket
pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
|
Paket link-layer harus mendukung
ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun
kembali paket berukuran 1500 byte |
|
Fragmentasi dilakukan oleh
pengirim dan ada router, menurunkan kinerja router.
|
Fragmentasi dilakukan hanya oleh
pengirim
|
|
Checksum termasuk pada header.
|
Cheksum tidak masuk dalam header.
|
|
Menggunakan ARP Request secara
broadcast untuk menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat
link-layer. |
ARP Request telah digantikan oleh
Neighbor Solitcitation secara multicast.
|
|
Untuk mengelola keanggotaan grup
pada subnet lokal digunakan Internet Group Management Protocol (IGMP).
|
IGMP telah digantikan fungsinya
oleh Multicast Listener Discovery (MLD)
|
Sementara kelebihan atau solusi yang terdapat di dalam desain
IPv6 adalah salah satu pemicu percepatan implementasi. Kelebihan-kelebihan IPv6
adalah sebagai berikut:
- IPv6
merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit
memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi
berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan
otomotif).
- Aspek
keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.
- Desain
autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan
terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end.
- IPv6
memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan
proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin,
manusia ke masin atau sebaliknya
2. Wireless
Wireless
atau dalam bahasa indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang
menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data
dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra
merah pada remote TV)
atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel)dengan frekuensi tertentu.Wireless digunakan untuk menkonfigurasi / setting ke WIFI.
atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel)dengan frekuensi tertentu.Wireless digunakan untuk menkonfigurasi / setting ke WIFI.
SSID
(Service Set Identifier) merupakan identifikasi atau nama untuk jaringan
Wireless. Setiap peralatan Wi-Fi harus menggunakan SSID (Service Set
Identifier) tertentu. Peralatan Wi-Fi dianggap satu jaringan jika menggunakan
SSID yang sama. Agar dapat berkomunikasi, setiap peralatan Wireless haruslah
menggunakan SSID bersifat
case-sensitive, penulisan huruf besar dan huruf kecil akan sangat
berpengaruh.
3. Mobile
Broadband
Mobile broadband adalah teknologi internet yang menggunakan
jaringan komunikasi data yang memungkinkan pengiriman dan penerima data dalam
kecepatan tinggi dan dalam jumlah yang besar baik itu data video, gambar, teks
dan data – data lainnya. Mobile Broadband digunakan untuk setting ke modem
dalam Linux.
4. VPN
VPN
adalah singkatan Virtual Private Network, yaitu sebuah koneksi private
melalui jaringan publik atau internet, virtual network berarti
jaringan yang terjadi hanya bersifat virtual.Private yaitu jaringan yang
terbentuk bersifat private dimana tidak semua orang bisa
mengaksesnya. Data yang dikirimkan terenkripsi sehingga tetap
rahasia meskipun melalui jaringan publik. Jika menggunakan VPN kita seolah-olah
membuat jaringan didalam jaringan atau biasa disebut tunnel. VPN merupakan
perpaduan antara teknologi tunneling dan enkripsi.
5. DSL
DSL merupakan singkatan dari Digital Subscriber Line. DSL
merupakan teknologi yang menggunakan kabel telepon yang sudah ada untuk
mengirimkan data dengan kecepatan tinggi. ADSL (Asymetric Digital Subscriber
Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz
sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara
modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4
kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan
tinggi dan suara/fax secara simultan.
Karakter yang membedakan ADSL dari DSL adalah aliran kapasitas
data dari satu arah lebih besar daripada arah yang lain atau disebut juga
asimetris. Para penyelenggara biasanya memasarkan ADSL sebagai bentuk layanan
untuk orang-orang yang berhubungan dengan Internet relatif lebih pasif, yang
menginginkan download dari Internet tetapi tidak begitu memerlukan untuk
menjalankan server yang tentu saja sangat memerlukan lebar pita yang besar dari
segala arah.
melakukan sistem operasi GUI dan CLI
Apa yang anda ketahui dengan sistem operasi ?
Sistem operasi (bahasa Inggris: operating system ; OS)
adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras
komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak.
2. Apa yang anda ketahui dengan sistem operasi
jaringan ?
Sistem Operasi Jaringan adalah sebuah program yang mengendalikan
dan mengatur lalu-lintas suatu network serta menyediakan pelayanan kepada
komputer-komputer yang terdapat pada network tersebut
3. Jelaskan perbedaan antara sistem operasi
komputer stand alone dan sistem operasi jaringan ?
Sistem operasi jaringan (network
operating system) adalah sebuah jenissistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan.
Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang
ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS
Service,HTTP Service, dan lain sebagainya. Sedangkan Stand alone itu
adalah sebuah komputer yang berdiri sendiri atau tidak terhubung suatu
jaringan.
4. Jelaskan keunggulan dan kekurangan pada
instalasi mode text dan mode grafik ?
Keunggulan mode text :
cepat dalam proses instalasi
Kekurangan mode text :
tampilan kurang menarik dan digunakan jika spesifikasi hardwarenya rendah
Keunggulan mode grafik
: Desain Grafis lebih menarik. GUI memungkinkan user untuk berinteraksi
dengan komputer secara lebih baik. Memudahkan pengguna. Menarik minat
pengguna. Resolusi gambar yang tinggi.
Kekurangan mode grafik
: Memakan memory yang sangat besar. Bergantung pada perangkat keras.
Membutuhkan banyak tempat pada layar komputer. Tidak fleksibel.
5. Salah satu sistem operasi jaringan berbasis
GUI adalah windows dan linux. Jelaskan kelebihan dan kekurangan menggunakan
sistem operasi jaringan tersebut
Kelebihan windows
· Sistem operasi yang user-friendly.
· Dukungan hardware yang lengkap, aplikasi bagi
platform Windows lebih banyak.
· Memiliki pengaturan control akses yang canggih
dibandingkan dengan sistem operasi yang lain, dikarenakan tidak semua orang
dapat mengakses data secara bebas terhadap semua objek tertentu.
· Mendukung sistem berkas partii dengan fomat
FAT, FAT16, FAT32, NTFS, juga ISO9660.
· Mendukung Sistem Berkas Terenskripsi ( EFS ).
Sistem ini digunakan untuk memproteksi data- data yang penting agar tidak dapat
di buka oleh user lain apalagi komputer lain.
Kelemahan windows
· Mudah sekali tertular virus.
· Harga lisensi terlalu mahal dan tidak dapat
dijangkau oleh user secara keseluruhan.
· Tidak ada efek tiga dimensi dan memiliki
resolusi gambar yang rendah.
Kelebihan linux
· Sistem operasi yang tahan tertular virus.
· Linux sangat stabil, sehingga menjadi platform
mayoritas bagi server internet, hingga industri perfilman.
· Linux sangat baik digunakan untuk jaringan.
· Linux merupakan sistem operasi bebas dan
terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli
atau menggunakan Linux.
· Linux adalah sistem operasi yang murni
multiuser dan multitasking.
Kelemahan linux
· Masih belum banyak software yang cocok
dijalankan di Linux.
· Beberapa hardware yang sepertinya sulit untuk
menyediakan driver untuk Linux.
6. Jelaskan persyaratan Hardware untuk dipasang ke sistem
operasi jaringan (Debian 6.04 dan windows server 2008)
Persyaratannya adalah
sebagai berikut :
CPU :
Setara intel pantium 3 atau yang lebih tinggi
RAM :
128 MB atau lebih besar
Harddisk :
2 GB atau lebih besar
Monitor :
standar atau yang didukung oleh linux
VGA :
standar atau yang didukung oleh linux
Sound :
standar atau yang didukung oleh linux
CD-ROM/DVD-ROM :
standar atau yang didukung oleh linux
7. Jelaskan metode instalasi berdasarkan letak
file sistem operasi disimpan
· CD/DVD ROM :
merupakan metode yg paling banyak digunakan karena handal,tahan lama,kapasitas
besar,murah dan fleksibel.
· Harddisk
: instalasi juga dapat dilakukan menggunakan harddiskyang telah berisi file
sistem operasi. Harrdisk merupakan media penyimpanan yang harus dimiliki oleh
komputer dewasa saai ini.
· NFS
Image : instalasi sistem opersi jaringan dapat dilakukan melalui NFS server.
Untuk instalasi dengan NFS server dibutuhkan network atau PMCIA boot
disket(bootnet.img).
· FTP :
instalasi dapat juga dilakukan melalui FTP server namun dibutuhkan network
ataau PMCIA boot disket. Proses instalasi memerlukan jaringan sehingga jarang
dilakukan karena distribusi sistem operasi lebih jarang.
· HTTP : instalasi dapat juga dilakukan dengan
HTTP server,seperti halnya FTP cara ini juga membutuhkan network.
8. Jelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
melakukan instalasi sistem Debian 6.04 berbasis GUI
Yang perlu
diperhatikan diantaranya :
a. Partisi kosong untuk OS Debian
b. Membuat Partisi root (/)
c. Membuat Partisi swap (disarankan)
d. Konfigurasi perangkat jaringan
e. Spesifikasi hardware
CPU : Setara intel
pantium 3 atau yang lebih tinggi
RAM : 128 MB atau
lebih besar
Harddisk : 2 GB atau
lebih besar
Monitor : standar atau
yang didukung oleh linux
VGA: standar atau yang
didukung oleh linux
Sound : standar atau
yang didukung oleh linux
CD-ROM/DVD-ROM :
standar atau yang didukung oleh linux
Langganan:
Komentar (Atom)
Categories
Popular Posts
-
Cara Mendapat Rangking Satu Di Google

-
produktif : melakukan sistem operasi GUI dan CLI

-
PENGERTIAN IP ADDRESS

-
Cara Buat Password Folder

-
MACAM-MACAM VARIAN DISTRO LINUX

-
BERBAGAI MACAM TOPLES HIAS KAIN FLANEL (TONEL) TKJ 2

-
melakukan sistem operasi GUI dan CLI

-
Reggae Mania smkn 1 sumenep getar
-
Akun SSH aktif sampai tanggal 25 April

-
kelebihan dan kekurangan osil ayer

Arsip Blog
Diberdayakan oleh Blogger.




